Daiwi Sampad

28.2.18

Bedebah

Jika suatu waktu kita berjumpa. Tolong sapa aku. Sebagai seorang bedebah yang pernah mampir di harimu. Meski hanya sedetik. Bisikkan padaku. Bahwa kita memang tidak seharusnya bersama. Katakan padaku. Bahwa tidak seharusnya kita saling mengenal.

Kamu boleh maki aku. Umpat aku. Dengan kata terkasar yang mampu kamu ucapkan. Lakukan itu, jika dengan memaki dan mengumpat mampu melunaskan hutang rinduku. Aku tidak akan membalas dengan suatu patah katapun. Aku hanya ingin memandang bibirmu yang angkuh bergerak dengan cepat. Berharap ada sedikit sisa senyum yang tanpa sadar kamu bagi padaku. 

Maka, akan kuceritakan padamu. Tentang betapa tersiksanya mendambamu.


Bandung, Desember 2017